Sabtu, 30 Maret 2019

Tentang Pentium 1-4

Pentium adalah generasi kelima dari arsitektur prosesor mikro x86 buatan Intel Corporation, yang desainnya dibuat oleh Vinod Dham. Pentium merupakan penerus dari jajaran prosesor 486, dan mulai dijual ke pasaran pertama kali pada tanggal 22 Maret  1993. Nama asli (kode) Pentium adalah 80586 atau i586, untuk mengikuti penamaan generasi sebelumnya.
Pentium merupakan prosesor pertama dari Intel yang menggunakan arsitektur superskalar, sehingga walaupun Pentium merupakan prosesor yang bersifat CISC, Pentium dapat bekerja seperti layaknya prosesor RISC, meskipun pada saat itu belum ada aplikasi yang mampu mengutilisasinya.

Prosesor Pentium Generasi Pertama

Prosesor Pentium generasi pertama, yang memiliki nama kode i586, P5, atau 80586 memiliki kecepatan 60 MHz dan 66 MHz. Prosesor ini dipaketkan pada paket Pin-Grid Array 273-pin yang ditancapkan pada Socket-4. Prosesor ini dibangun dengan menggunakan teknik manufaktur Bipolar CMOS 800 nanometer. Karena ada 3100000 tabung vakum di dalamnya (sekarang digantikan fungsinya oleh transistor yang berukuran sepermiliar meter), prosesor ini pun terlihat bongsor karena untuk menetralisir panas yang dihasilkan diperlukan komponen tambahan. Akibatnya, prosesor ini hanya tersedia sebentar saja di pasaran. Prosesor ini pun menggunakan tegangan operasi yang sangat besar 5 volt, yang menyebabkannya ia boros daya (hingga 16 Watt), dan tentunya panas yang berlebih.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiIRmYPDq35Aze9GZJaJ51ogFDYsuBeRguwP6pwf7wfD00kXxJK69-ZCnvD7NMnWsP7tkVFoGEWsmTS5Sy_rt9AQEuPJlxSruexwGf4WS6NzO4r938EkFPTsw4j20prT02YhijqyK0_yg/s1600/pentium+1.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhB6zrDayKD-H21fNbdRz4P-ZC9VXVBvbfi9src3zRlSKvZ5mBRSsm27azZGYOgzYUvYWOG2ivs0R-gduNy1yZVWXFXGVHBVPtMoUeGB6YGAYtOAEyuzUAbPWoqKmCHs-1P-wNxoNcYzlA/s1600/pentium1.jpg

Gambar komputer dan prosesor Pentium 1



Prosesor Pentium Generasi Kedua

Prosesor Intel Pentium II ialah prosesor penerus Pentium Pro, yang dilengkapi dengan teknologi MMX  yang diluncurkan pertama kali pada Mei 1997. Sebelum diberi nama Pentium II, prosesor ini dikenal dengan codename Klamath.
Pentium II sebenarnya sama seperti Pentium Pro, dan prosesor generasi keenam dari keluarga P6 lainnya. Akan tetapi, desainnya yang agak radikal membuatnya menjadi pembeda. Dengan menggunakan teknologi 350 nanometer (0.35 mikron) dan 250 nanometer (0.25 mikron) dan dilengkapi dengan instruksi MMX, prosesor ini menjadi prosesor untuk mainstream setelah Pentium MMX, setelah Pentium Pro mengalami kegagalan pada kelas desktop dan laku hanya pada server.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjfTxN2AQkVU0gbuEVBr5GIVJc4uWNY1UJvAsUtym52hqQztO5and9AbgKjjBPkt5xHfxTcdOs3BGmMv-CiYz3bM3ttk2fyUYn4qqBUl9swn814c2mJSAGHUvKAmS4ubqaOFLHVbzgAL8/s1600/pentium2.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBE_OuCNVsiKGYD1tLDwSk_FG5pJQdCbn2CTDpGhV59D7vNksz-O5fVNBlOFyGcgoTd7DVoKn3jUGG_0EewuLmaHLY2Jm38ibE6eJ8UmP4Kpe3Um9NvYIPJz5CWUA548hP0Vsj_d3Tc2U/s1600/pentium+2.jpg


Gambar komputer dan prosesor Pentium 2

Desain dudukan prosesornya dinamakan SECC (Single Edge Contact Cartridge), atau Slot-1. Cache Level-1 sebesar 32 KB terintegrasi pada die, akan tetapi cache Level-2 dimasukkan ke dalam cartridge, sehingga menyebabkan kecepatan L2 tidaklah seperti kecepatan prosesor, melainkan setengahnya. Kontak dengan motherboard pun beda. Dengan fisik seperti card adapter, Pentium II ini dibentuk, berbeda dengan kebanyakan CPU yang beredar waktu itu yang masih menggunakan ZIF socket-7. Inti prosesor Pentium II Klamath yang berjalan pada kecepatan 233 Mhz hingga 333 MHz dibuat dengan teknologi 0.35 mikron (350 nanometer). Akan tetapi inti prosesor Pentium II Deschutes, yang berlari pada kecepatan 333 Mhz hingga 450 Mhz menggunakan teknologi proses 0.25 mikron. Semua inti Pentium II didasarkan pada teknologi yang sama seperti Pentium Pro, dengan semua keungggulannya (kecuali L2 cache), dan terintegrasikannya instruksi MMX yang telah diperbaiki. Dengan semua keunggulan itu, chip pun menjadi semakin kecil, sehingga frekuensi semakin tinggi dan daya yang dibutuhkan pun menjadi lebih rendah, dan yang paling penting harganya yang lebih murah dibandingkan dengan Pentium Pro.
Intel hanya merilis Pentium II untuk pasar desktop saja, mengingat mereka juga membuat prosesor yang dibangun dengan teknologi yang sama dengan Pentium II yang dikhususkan untuk workstation dan server dengan nama Pentium II Xeon. Karenanya, pada Pentium II, tidak terdapat fitur multiprosesor, seperti halnya Pentium Pro. Lagipula, aplikasi yang benar-benar mengutilisasi banyak prosesor pada saat itu sangatlah sedikit pada segmen desktop, dan hanya tersedia pada beberapa aplikasi segmen server.
Prosesor ini adalah prosesor 32-bit. Meski ia memiliki address-bus sebesar 36-bit yang mampu mengalamati hingga 64 Gigabyte, limitasi pada arsitektur 32-bit menyebabkan prosesor ini hanya mampu mengalamati hingga 4 Gigabyte saja. Pengecualian terjadi pada sistem multiprosesor, yang dikonfigurasikan dalam mode NUMA (Non-Uniform Memory Access) di mana setiap prosesor memiliki jalur memorinya sendiri-sendiri. Dengan menggabungkan beberapa prosesor Pentium II (Xeon tentunya), batas 4 Gigabyte arsitektur 32-bit pun dapat dilewati.

Prosesor Pentium Generasi Ketiga

Pentium III adalah mikroprosesor  generasi keenam buatan Intel yang diluncurkan secara resmi pada tanggal 26 Februari 1999  sebagai penerus prosesor Intel Pentium II. Prosesor berarsitektur 32-bit ini menggunakan mikroarsitektur Intel x86 yang diperluas dengan instruksi RISC seperti Pentium Pro. Adapun sebenarnya prosesor x86 adalah prosesor berinstruksi CISC.
Pada masanya, prosesor ini sempat menempatkan diri sebagai prosesor tercepat sebelum AMD meluncurkan Athlon. Jangkauan kecepatan prosesor ini mulai 400 MHz (empat kali 100 MHz) hingga 1,4 GHz (10,5 kali 133 MHz). Prosesor Pentium III dengan kecepatan 1.400 MHz diluncurkan hampir bersamaan dengan peluncuran prosesor Pentium 4 generasi pertama yang menimbulkan ketimpangan pasar sehingga sempat kalah pamor.
Pentium III menggunakan slot (dikenal sebagai Slot 1) sebagai sarana penyambung dengan papan induk, sama dengan Pentium II sebelum akhirnya berubah menggunakan soket dengan 370 pin (dikenal sebagai soket PGA 370). Prosesor ini awalnya berjalan pada bus berkecepatan 100 MHz sebelum ditingkatkan menjadi 133 MHz.
Prosesor ini sempat berevolusi beberapa kali sebelum akhirnya digantikan oleh Pentium 4. Evolusinya dapat dijabarkan sebagai berikut.
·         Katmai (generasi awal). Prosesor ini masih menggunakan bus berkecepatan 100 MHz yang dibangun menggunakan teknik pabrikasi 250 nm. Adapun kecepatan cache prosesor setengah kali lipat dari kecepatan prosesor, misalnya apabila prosesor berjalan pada kecepatan 500 MHz, maka kecepatan cache prosesor tersebut adalah 250 MHz. Cache yang digunakan adalah SRAM berkapasitas 512 KB.
·         Coppermine (generasi kedua). Prosesor ini mulai menggunakan bus berkecepatan 133 MHz walaupun masih ada yang masih berkecepatan 100 MHz. Peningkatan yang paling menonjol pada generasi ini adalah pada kecepatan cache yang setara dengan kecepatan prosesor, meski ukurannya dipotong menjadi setengahnya. Prosesor ini tersedia dalam desain Slot 1 maupun soket PGA 370.
·         Tualatin (generasi ketiga). Prosesor ini dibangun memakai teknologi pabrikasi 180 nm dan sudah menggunakan kecepatan bus 133 MHz.
Pentium III memang hanya diluncurkan untuk komputer desktop dan mobile. Untuk mengatasi kebutuhan komputer server maupun workstation, Intel menyiasatinya dengan meluncurkan Pentium III Xeon. Semua prosesor tersebut mempunyai fitur-fitur antara lain:
·         Dukungan terhadap instruksi MMX (Multimedia Extension) dan SSE (Streaming SIMD Extension). Dengan menggunakan dua instruksi tersebut, Pentium III dapat menjalankan aplikasi multimedia dan penyuntingan video lebih gegas daripada prosesor yang tidak dilengkapi dengan SSE.
·         Seperti Pentium II, generasi pertama dari prosesor ini menggunakan antarmuka Dual Independent Bus (DIB) yang memisahkan antara bus prosesor dengan cache serta bus prosesor dengan bus memori. Inilah sebab mengapa kecepatan cache memorinya setengah dari kecepatan prosesor. Generasi kedua dan ketiga dari prosesor ini telah meningkatkan performa DIB yang digunakannya sehingga cache prosesornya menjadi setara dengan kecepatan prosesor.
·         Meski kontroversial karena masalah privasi, prosesor ini memiliki fitur nomor seri prosesor yang mampu mengidentifikasi nomor seri dari prosesor yang digunakan. Sebenarnya, fitur ini lebih ditujukan bagi mereka yang berada dalam lingkungan korporat dengan tujuan untuk memudahkan mereka dalam proses audit aset perusahaan.
Karena menggunakan kecepatan bus yang lebih tinggi, maka Pentium III tidaklah serta-merta dapat langsung didukung oleh papan induk yang mendukung Pentium II. Papan induk dengan chipset Intel 430 untuk Pentium II tidak dapat bekerja dengan Pentium III secara langsung, kecuali dengan melakukan proses pembaharuan BIOS. Adapun papan induk dengan chipset Intel 440BX, 440ZX, 440LX, dan Intel 820 sudah mendukung prosesor ini sepenuhnya.

Prosesor ini dapat bekerja berdampingan dengan memori SDRAM PC-100, SDRAM PC-133, RDRAM PC-600, RDRAM PC-700, RDRAM PC-800, DDR-SDRAM PC-1600, DDR-SDRAM PC-2100 (hanya segelintir chipset yang menyertakannya), dan Virtual Channel SDRAM (VC-SDRAM) PC-133 (hanya segelintir chipset yang menyertakannya).

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNvXp7AEGQhmHwFh_c8CamnrWxZwON10YQqo6-0pTrhoEjg_TM8HI6xjR1seLtbQUxxBpUwqasAcZ2RW5t5wS8LHoXurdYXgFW4q_l0EJrLA6gts2KGvVxepYCqQoY0Yc7yoNi4Uyuul0/s1600/pentium3.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjobz_uiBl7fgIb7ViImNjDvnnr-SToZtWmgVNMwJ5yVWxAeqZ3a6P7P6JZElMihlcsk3yuTFzV_VsIC3zYm8qRgbX0y5TTJODZXgVuQSrjq-8OvJgMmwHHKhcLvMml9KyQdzBw71nyA_4/s1600/pentium+3.jpg


Gambar komputer dan prosesor generasi 3

Prosesor Pentium Generasi Keempat

Perkembangan processor Pentium 4 sebagai berikut :
1.      Intel® Pentium® 4 Processor
Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.
2.      Intel® Xeon® Processor
Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.
3.      Intel® Itanium® Processor
Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).
4.      Intel® Itanium® 2 Processor
Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium.
5.      Intel® pentium® M Processor
Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.
6.      Intel Pentium M 735/745/755 Processor
Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.
7.      Intel E7520/E7320 Chipsets
7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.
8.      Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz
Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.
9.      Intel Pentium D 820/830/840
Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading.
10.  Intel Core 2 Quad Q6600
Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP )
11.  Intel Quad-core Xeon X3210/X3220
Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP)
12.  prosesor core 2 quad terbaru
Prosesor dengan seri 6xx yang dikembangkan dengan basis Prescot dan dilengkapi fasilitas Hyper Threading (HT). Prosesor terbaru ini menambahkan L2 Cache menjadi 2 MB. Dalam seri ini adalah Intel memperkenalkan kemampuan 'XD-bit' atau 'eXecute Disable' bit, yakni suatu teknologi dengan menambahkan satu bit yang bila digunakan bersama dengan sistem operasi 'Windows XP Service pack 2' akan mencegah beberapa 'worm' atau virus yang menggunakan teknik 'buffer overflow' sehingga virus jenis ini tidak dapat bekerja dan tidak dapat menginfeksi sistem komputer yang menggunakan prosesor terbaru dari Intel ini.Fasilitas Intel Extended Memory 64 Technology (EM64T) adalah kemampuan melakukan processing 64 bit

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMXQm5utI0KBABmGNUpsHsOYDdrxu_vxAAUxrg6Grab74QC6yfVf82AgL6OXAKNQVn5DhztNKel0iA-cnjLCxNEIqfQIR-p-78Y9R3TTUWiaQ9lHw2FrJFn_ftn7pXx0BmQ3QARVu0Z_o/s1600/pentium4.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_RFPnSe9TO3tUHNBHbJq3antL6jbL6ZXSMlMcjpjeJJlke_p7K2RjGxblai1yXiqHEGWa5nizMPyZOtxVgWRXMPAwcwv6hWbnCivCf-ybpwNc5q0gnTMz_sefIwdlTkVA0aBUvKQI3eA/s1600/pentium+4.jpg

Gambar komputer dan prosesor Pentium 4


Senin, 05 Maret 2018



Gambar Logo

Kali ini saya akan membuat logo yang bertema "TKJ RAMAH LINGKUNGAN". Saya membuat logo ini dengan menggunakan photoshop 







Senin, 19 Februari 2018

Tentang Magnetic Disk

            MAGNETIK DISK


Magnetic Disk adalah piringan bundar yang terbuat dari bahan tertentu (logam atau plastik) dengan permukaan dilapisi bahan yang dapat di magnetasi. Mekanisme baca / tulis yang digunakan disebut head yaitu kumparan pengkonduksi (conducting coil) selama operasi pembacaan dan penulisan, head bersifat stationer sedangkan piringan bergerak-gerak di bawahnya biasanya yang menggantung diatas permukaan dan tertahan pada sebuah bantalan udara, kecuali pada flopy disk dimana head disk menyentuh ke permukaan.



Dalam magnetic disk terdapat dua metode layout data pada disk yaitu Constant Angular Velocity dan Multiple Soned Recording. Disk diorganisasi (permukaan dari piringan dibagi) dalam bentuk cincin – cincin konsentris yang disebut track atau garis yang memisahkan atar track seperti gambar dibawah. tiap track dipisahkan oleh gap, fungsi gap adalah untuk mencegah atau mengurangi kesalahan pembacaan atau penulisan yang disebabkan melesetnya head atau karena interferensi medan magnet. 
Contoh dari Magnetic Disk :
  • Harddisk
  • Floppydisk

2. Metode Pengalamatan Dalam Magnetic Disk



Metode pengalamatan dalam magnetic disk ada dua yaitu metode silinder dan metode sektor, penjelasannya sebagai berikut :
1.      Metode Silinder
  Metode silinder merupakan Pengalamatan berdasarkan nomor silinder, nomor permukaan dan nomor record. Semua track dari disk pack membentuk suatu silinder. Jadi bila suatu disk pack dengan 200 track per permukaan, maka mempunyai 200 silinder. Bagian nomor permukaan dari pengalamatan record menunjukkan permukaan silinder record yang disimpan. Jika ada 11 piringan maka nomor permukaannya dari 0 – 19 atau dari 1 – 20. Pengalamatan dari nomor record menunjukkan dimana record terletak pada track yang ditunjukkan dengan nomor silinder dan nomor permukaan.
2.      Metode Sektor

   Metode sektor, Setiap track dari pack dibagi kedalam sektor-sektor. Setiap sektor adalah storage area untuk banyaknya karakter yang tetap. Pengalamatan recordnya berdasarkan nomor sektor, nomor track, nomor permukaan. Nomor sektor yang diberikan oleh disk controller menunjukkan track mana yang akan diakses dan pengalamatan record terletak pada track yang mana.



   Setiap track pada setiap piringan mempunyai kapasitas penyimpanan yang sama meskipun diameter tracknya berlainan. Keseragaman kapasitas dicapai dengan penyesuaian density yang tepat dari representasi data untuk setiap ukuran track. Keuntungan lain dari pendekatan keseragaman kapasitas adalah file dapat ditempatkan pada disk tanpa merubah lokasi nomor sector (track atau cylinder) pada file



     3.Komponen Pada Magnetic Disk

   Hard disk terdiri atas beberapa komponen penting. Komponen utamanya adalah pelat (platter) yang berfungsi sebagai penyimpan data. Pelat ini adalah suatu cakram padat yang berbentuk bulat datar, kedua sisi permukaannya dilapisi dengan material khusus sehingga memiliki pola-pola magnetis. Pelat ini ditempatkan dalam suatu poros yang disebut spindle.




1. Spindle
Hard disk terdiri dari spindle yang menjadi pusat putaran dari keping-keping cakram magnetik penyimpan data. Spindle ini berputar dengan cepat, oleh karena itu harus menggunakan high quality bearing.



Dahulu hard disk menggunakan ball bearing namun kini hard disk sudah menggunakan fluid bearing. Dengan fluid bearing maka gaya friksi dan tingkat kebisingan dapat diminimalisir. Spindle ini yang menentukan putaran hard disk. Semakin cepat putaran rpm hard disk maka semakin cepat transfer datanya.
2. Cakram Magnetik (Magnetic Disk)
Pada cakram magnetik inilah dilakukan penyimpanan data pada hard disk. Cakram magnetik berbentuk plat tipis dengan bentuk seperti CD-R. Dalam hard disk terdapat beberapa cakram magnetik. 



Hard disk yang pertama kali dibuat, terdiri dari 50 piringan cakram magnetik dengan ukuran 0.6 meter dan berputar dengan kecepatan 1.200 rpm. Saat ini kecepatan putaran hard disk sudah mencapai 10.000rpm dengan transfer data mencapai 3.0 Gbps.
3. Read-write Head
Read-write Head adalah pengambil data dari cakram magnetik. Head ini melayang dengan jarak yang tipis dengan cakram magnetik. Dahulu head bersentuhan langsung dengan cakram magnetik sehingga mengakibatkan keausan pada permukaan karena gesekan. Kini antara head dan cakram magnetik sudah diberi jarak sehingga umur hard disk lebih lama.



Read-write head terbuat bahan yang terus mengalami perkembangan, mulai dari Ferrite head, MIG (Metal-In-Gap) head, TF (Thin Film) Head, (Anisotropic) Magnetoresistive (MR/AMR) Heads, GMR (Giant Magnetoresistive) Heads dan sekarang yang digunakan adalah CMR (Colossal Magnetoresistive) Heads.
4. Enclosure

Enclosure adalah lapisan luar pembungkus hard disk. Enclosure berfungsi melindungi semua bagian dalam hard disk agar tidak terkena debu, kelembaban dan hal lain yang dapat mengakibatkan kerusakan data.

Dalam enclosure terdapat breath filter yang membuat hard disk tidak kedap udara, hal ini bertujuan untuk membuang panas yang ada didalam hard disk karena proses putaran spindle dan pembacaan Read-write head.
5. Interfacing Module
Interfacing modul berupa seperangkat rangkaian elektronik yang mengendalikan kerja bagian dalam hard disk, memproses data dari head dan menghasilkan data yang siap dibaca oleh proses selanjutnya. Interfacing modul yang dahulu banyak dipakai adalah sistem IDE (Integrated Drive Electronics) dengan sistem ATA yang mempunyai koneksi 40 pin. 

Kelebihan dan Kelemahan Magnetic Disk

Kelebihan Magnetic Disk Magnetic disk contoh hard disk dan floppy disk bersifat nonvolatile artinya data yang disimpan akan tetap ada meskipun tidak ada tegangan listrik, selain itu media penyimpanan ini re-writeable yang artinya data yang telah di write dapat di erase dan dapat di tulis ulang. Keuntungan Penggunaan Magnetic Disk yaitu Akses terhadap suatu record dapat dilakukan secara sequential atau direct, Waktu yang dibutuhkan untuk mengakses suatu record lebih cepat, Respon time cepat. Data yang telah disimpan tidak akan hilang ketika komputer dimatikan. Keunggulan lainya media penyimpanan ini memiliki kapasistas yang besar dari media penyimpanan lain seperti optical disk.

Kelemahan Magnetic Disk Magnetic disk

Kelemahan Magnetic Disk Magnetic disk selain memiliki banyak keunggulan juga memiliki sejumlah kelemahan, bahan pembuat magnetic disk merupakan konduktor yang cepat panas jadi,dari segi kecepatan masih kalah dengan Flash Drive yang berbahan semi-konduktor. Selain dalam segi kecepatan umur atau daya tahan magnetic disk lebih pendek dibandinkan flash drive pada umumnya. Dalam perawatan magnetic disk juga rentan contoh hard disk yang di pasang pada laptop konvensional karena hard disk tersusun dari piringan-piringan logam rentan terjadi gesekan di dalam dan dapat merusak magnetic disk yaitu dengan tumbuhnya jamur dan terjadi pengkaratan pada komponen magnetic disk yang sebagian merupakan logam.

Selasa, 06 Februari 2018

PHOTOSHOP

PENGERTIAN PHOTOSHOP DAN GAMBAR BACKGROUND HITAM PUTIH

Adobe Photoshop, atau biasa disebut Photoshop, adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek. Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar/foto, dan, bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems. Versi kedelapan aplikasi ini disebut dengan nama Photoshop CS (Creative Suite), versi sembilan disebut Adobe Photoshop CS2, versi sepuluh disebut Adobe Photoshop CS3 , versi kesebelas adalah Adobe Photoshop CS4 , versi keduabelas adalah Adobe Photoshop CS5 , dan versi terbaru adalah Adobe Photoshop CC.


GAMBAR HITAM PUTIH

                                            Sesudah                                               Sebelum

  



TEORI PEMBUATAN BACKGROUND HITAM PUTIH


Pada proses pengeditan di photoshop sudah disediakan toolbox toolbox tertentu
yang dapat digunakan untuk pengeditan desain photo. toolbox toolbox tersebut dapat     
di mkasimalkan untuk proses pengeditan background pada gambar gambar yang akan   
digunakan dalam proses pengeditan .

Pada proses ini kita memerlukan gambar yang ingin diedit bckground nya.Sebelumnya kita memerlukan toolbox yang ada pada fasilitas photoshop yaitu " Quick selection tool " yang ada pada toolbox photoshop .fungsi  " Quick selection tool " yaitu untuk menandai apakah itu yang akan diwarnai atau tidak.

Setelah itu kita harus meng-click pada gambar object sampai tertutup semua bagian object jangan sampai background pada gambar ikut terclick . jika "quick selection tool"  melebihi object dapat mengunakan tombol + / - pada layout atas dibawah tulisan Edit .

fungsi dari simbol + dan - yaitu untuk bila ada tanda yang melebihi atau kurang
Setelah sudah pas untuk bagian-nya maka buka toolbox lagi dan pilih sponge tool. Caranya yaitu klik kanan pada bagian toolbox yang seperti gambar panci  : ) / toolbox dodge tool. Setelah itu usapkan sponge tool tersebut pada background yang tidak ditandai . Fungsi dari spong tool yaitu untuk memberi kesan Hitam Putih pada backgrond .



Sekian Terima Kasih


Sumber :
http://afifmaulidin15.blogspot.co.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Adobe_Photoshop


Senin, 05 Februari 2018

Photoshop


GAMBAR RASTER (BITMAP IMAGE)

Desain grafis sering berhubungan dengan penggunaan gambar digital (digital image),
yaitu gambar yang telah di-digitasi menjadi data-data digital sehingga dapat diolah dan
dimanipulasi oleh komputer, tentu saja melalui perangkat lunak grafik (graphic
software). Penggunaan yang tidak tepat pada suatu desain, selain merusak nilai estetis,
juga sering menimbulkan masalah pada proses persiapan Final Artwork (F/A), pracetak
dan pada proses cetak. Sebaliknya, penggunaan gambar yang tepat dapat meningkatkan
nilai estetis desain sehingga hasil-hasil desain grafis dapat memberikan kesan mewah
lux dan mewah. Pengambilan keputusan dalam pemilihan dan penggunaan gambar
digital membutuhkan pengetahuan yang cukup tentang digital image, disamping faktor
ketelitian seorang designer.

Dalam dunia desain grafis, dikenal 2 (dua) jenis digital image, yaitu :
1.            Gambar raster (bitmap image), yaitu gambar digital yang terbentuk dari sekumpulan titik penyusun gambar atau pixel (picture-x element).
2.            Grafik vektor (vector graphic), yaitu gambar digital yang terbentuk dari garis, kurva dan bidang, yang masing-masing merupakan suatu formulasi matematik.

Secara khusus tulisan ini membahas pemilihan dan penggunaan gambar raster (bitmap
image), adapun pemilihan dan penggunaan grafik vektor (vector graphic) akan dibahas
pada tulisan yang lain.


GAMBAR RASTER

Gambar raster (bitmap image) merupakan gambar digital yang tersusun dari sekumpulan
titik penyusun gambar yang disebut pixel (picture-x element). Pixel-pixel penyusun
gambar berkumpul dan bergabung membentuk seperti mozaik kemudian memanipulasi
mata sehingga pada jarak pandang tertentu akan tampak kesan gambar utuh.

Gambar raster bersifat dependent pixel, artinya sangat dipengaruhi oleh banyaknya pixel
penyusun gambar.
Semakin banyak pixel-pixel yang menyusun gambar raster, maka
kualitasnya akan semakin baik sehingga gambar terlihat halus. Sebaliknya, semakin
sedikit pixel-pixel yang menyusun suatu gambar, maka kualitasnya akan semakin kurang.
Sehingga gambar terlihat kasar.

Dalam pengolahan gambar raster, terdapat 2 (dua) hal pokok yang harus diperhatikan,
yaitu ukuran gambar (image size) dan resolusi (resolution).

•             UKURAN GAMBAR (IMAGE SIZE)

Ukuran gambar (image size) menyatakan ukuran banyaknya pixel penyusun
gambar raster yang dinyatakan dalam matrik 2 dimensi, yaitu (X × Y) Pixel,
dimana X menyatakan ukuran banyaknya pixel perbaris pada arah horizontal
sedangkan Y menyatakan ukuran banyaknya pixel perkolom pada arah vertikal.
Sebagai contoh, gambar raster berukuran 800×600 pixel, terdiri dari 800×600
pixel = 480.000 pixel, dengan susunan 800 pixel setiap baris pada arah
horizontal dan 600 pixel setiap kolom pada arah vertikal.


•             RESOLUSI (RESOLUTION)

Atribut gambar raster yang tak kalah pentingnya adalah resolusi (resolution),
yang didefinisikan sebagai banyaknya pixel dalam setiap satuan panjang.
Umumnya, resolusi dinyatakan dalam satuan dpi (dot per inchi). Sebagai
contoh, gambar raster yang memiliki resolusi 72 dpi, berarti terdiri dari 72 dot
(titik) pada setiap inchi.

Semakin tinggi resolusi suatu gambar raster, maka kualitasnya akan semakin
baik, tetapi perlu diperhitungkan juga kemampuan mesin cetak, baik mesin
cetak konvensional maupun digital printing. Gambar raster yang resolusinya
terlalu tinggi akan menghasilkan hasil cetak yang kabur sehingga gambar raster
tidak terlihat dengan jelas. Sebaliknya, resolusi yang terlalu rendah juga akan
menghasilkan hasil cetak yang kasar. Memang terlalu rumit untuk
memprediksikan dengan tepat tatawarna dan resolusi gambar raster pada proses
cetak (press), namun dengan pengalaman dan peningkatan intensitas pekerjaan
desain, kita akan menemukan tatawarna dan resolusi yang tepat pada produksi
cetak (press).



Kelebihan Grafis Bitmap
• Dapat ditambahkan efek khusus tertentu sehingga
dapat membuat objek tampil sesuai keinginan. Dapat menghasilkan objek
gambar bitmap darionjek gambar vektor dengan cara mudah dan cepat, mutu
hasilnya pun dapat ditentukan

Kelemahan Grafis Bitmap
• Objek gambar tersebut memiliki permasalahan
ketika diubah ukurannya, khususnya ketika objek gambar diperbesar.


Gambar photoshop


Langkah-langkah desain photoshop
1.Tekan File pilih new dan tekan OK

2.Pilih Gradient Tool kemudian pilih yang ditanda panah







3.Pilih salah satu dan tekan OK

4.caranya dengan tekan terus digeser





5.Kemudian pilih brush Tool dan klik kanan dan pilih salah satu dan size untuk ukuranya








Sumber:
http://rastertgp.blogspot.co.id/2013/08/apa-itu-raster.html